Cara Cepat Trader Menjadi Bangkrut

Ada istilah manusia adalah tempat salah dan dosa. Begitu juga trader, karena trader juga manusia. Sesekali melakukan kesalahan dalam trading. Entah kesalahan yang bisa teratasi atau malah menyebabkan kegagalan yang luar biasa. Apapun kesalahannya, harus dapat dibenahi secepat mungkin. Hal ini dilakukan agar dapat meminimalis kerugian nantinya.

 

Sebagai target seorang trader adalah profit, tapi bukan berarti hanya terfokus untuk mengejar itu saja. Sebab pada dasarnya, trader tugas utamanya adalah mempertahankan modal. Jangan sampai berkurang apalagi tak bersisa. Sebab tidak ada modal, artinya ya tidak trading. Kalau trader sudah tidak bisa trading berarti bangkrut. Berikut cara cepat bagi trader untuk menjadi bangkrut.

 

1. Skill Amatir tapi Nekad

Mentang-mentang sukses di akun demo, terus nekad real trading. Inilah yang terkadang membuat trader terpuruk dalam kebangkrutan. Perlu diketahui bahwa tidak ada yang instans di dunia trading. Pengalaman dan perbanyak referensi, menjadikan trader siap menghadapi kenyataan di trading. Jangan terlalu percaya diri dengan kesuksesan di akun demo. Sebab itulah yang membuat trader berakhir dengan kehilangan modal dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

 

2. No System No Cry

Terkadang trader pemula kurang memahami pentingnya sistem dalam trading. Perencanaan yang matang wajib hukumnya sebelum trading. Beberapa panduan dijadikan tutunan ketika trading. Singkatnya, itulah sistem trading. Jangan berlandaskan emosi  atau kata hati. Jawaban dari landasan itu adalah loss berkepanjangan dan modal ludes tak bersisa. Akhir cerita, No System Yes Cry Everyday.

 

3. Pengen Cepat Kaya dengan Modal atau Margin Besar

Mimpi trader adalah kaya bersama trading. Boleh-boleh saja, akan tetapi dengan perhitungan yang matang. Jangan gara-gara mimpi itu, trader nekad membuka posisi dengan jumlah yang besar. Kalau beruntung, profit memang luar biasa. Tapi kalau buntung, siap-siap menangis semalaman.

Semakin besar modal yang digunakan artinya semakin besar pula tekanan yang muncul ketika trading. Hal ini menyebabkan beban psikologi yang potensial memunculkan emosi ketika trading. Terlebih modal yang digunakan diluar kemampuan, alhasil selama trading isinya senam jantung.

 

4. Tidak Peduli Trend

Banyak trader yang nekad melawan tren yang terjadi di pasar. Trader dengan agresif trading melawan trend yang ada. Perlu dipahami, melawan arus sah-sah saja di trading. Apakah tidak memungkinkan untuk profit? Jawabannya mungkin, tapi susahnya berlipat daripada mengikuti arus. Tentunya probabilitas rugi lebih besar daripada profit.

 

5. Apapun Trader Lebih Pintar Dibanding Pasar

Kesombongan dimanapun awal dari kehancuran. Layaknya di trading, trader yang merasa lebih pintar karena kesuksesannya akan prediksi yang minim loss akhirnya membawanya menuju kegagalan. Sepandai-pandainya tupai melompat, pastilah akan jatuh juga. Pada waktu dimana pasar memberikan pelajaran yang berharga dalam kehidupan trading, saat itulah waktu yang tepat untuk menghabiskan modal.

 

6. Keras Kepala Seperti Baja

Yakin terhadap analisa yang dipakai boleh-boleh saja. Akan tetapi perlu memperhatikan apa yang terjadi di pasar. Tader yang keras kepala mempertahankan analisanya, biasanya ngotot walaupun kondisi yang terjadi adalah rugi. Akhirnya kerugian semakin besar dan modal semakin berkurang bahkan habis.

 

7. Tambah Posisi Walaupun Rugi

Banyak trader yang nekad menambah posisi ketika kondisi merugi. Kemudian melepas posisi yang sebenarnya memberikan keuntungan. Hasil yang didapat, bukannya keuntungan yang berlipat tapi kerugian yang luar biasa dasyat.

 

8. Haram Cut Loss

Walaupun salah gak masalah, pantang menyerah apalagi mengakui kesalahan itu. Walaupun analisa yang digunakan salah, cut loss tidak digunakan. Terus bertahan dan berakhir ketika tetes darah modal penghabisan.

 

9. Pakar Trading Hoax

Karena keinginan cepat kaya dalam waktu singkat, akhirnya banyak trader yang terbuai dengan pakar-pakar trading yang tidak bertanggungjawab. Banyak seminar-seminar dengan jargon selalu profit setiap saat. Bahkan ada yang dengan santainya mempublikasikan tema seminar 100% profit. Trader yang tidak menggunakan akal sehat, akhirnya percaya dengan bujuk rayu itu. Alhasil bukannya profit 100%, tapi malah loss 100%.



LEAVE A COMMENT