Cutlosses

Apakah anda pernah mengalami masalah ketika harus melakukan cutloss (keluar dalam keadaan rugi)? Anda pasti pernah mengalaminya, pada saat market (pasar) yang anda harapkan, bergerak menuju arah yang beralawanan dengan trade anda dan berharap cemas serta berdoa kepada Tuhan agar pergerakkan pasar berbalik sesuai dengan trade yang diharapkan.

 

Selanjutnya, ketika anda mencapai titik psikologi anda, anda akan menutup / cutloss trade dan belajar menerima kekalahan anda sebagai suatu pengalaman baru atau bahkan ada yang terus menahan tradenya sampai dana dalam akun tersebut tersedot habis oleh pasar.

 

Jika skenario ini terdengar familiar atau anda tertawa pada saat membacanya, saya pastikan anda pernah mengalaminya, tapi jangan kuatir. Masalah ini sering dijumpai oleh trader. Ini adalah hal yang lumrah. Banyak trader yang menghabiskan waktunya untuk mencari tahu apa yang akan di trade kan dan dimana masuk pasar yang tepat, tetapi jarang sekali trader memikirkan seberapa banyak resiko yang akan saya ambil dan kapan serta dimana saya harus keluar trade ini. Masalah ini menjadi bagian dari kebiasaan, yang tidak sengaja menyabotase trade anda, dengan cara membuka resiko anda lebih besar daripada yang anda dapat tanggung.


Tidak ada yang suka kekalahan. Tetapi pasar adalah suatu pola yang acak. Anda dapat salah dalam menentukan posisi atau mungkin anda salah dalam melakukan setup pada trade anda, dan menyebabkan kekalahan. Tetapi semua harus dapat dibatasi oleh seberapa besar resiko dan modal yang kita miliki.

Jika anda tidak dapat mengontrol seberapa banyak anda berada dalam posisi yang salah, lalu anda dapat mengontrol resiko anda. Beberapa cara di bawah ini dapat membantu anda dalam mengontrol resiko trade anda:

1.  Besaran posisi anda

Posisi yang besar membawa anda dalam profit yang besar dan kerugian yang besar pula. Jika anda melakukan trade dalam posisi yang besar, anda akan lebih mencemaskan bagaimana anda akan menciptakan profit daripada bagaimana anda fokus dalam melakukan eksekusi rencana trade anda sebelumnya. Seharusnya besaran posisi anda harus merefleksikan kepercayaan diri anda. Jangan paksakan diri anda masuk ke dalam posisi yang tak dapat anda tanggung, karena jika kalah anda akan mengalami stress.


2.  Stop loss

Ingat bahwa stop loss adalah teman anda. Ini memberi tahu anda bahwa anda tidak salah dan semakin anda sering salah, anda akan menjadi lebih baik dalam melakukan setup dan macam-macam rencana trading lainnya.

Pastikan anda melakukan strategi stop loss agar masuk ke dalam alam bawah sadar anda. Suatu hari anda akan merasakan bahwa anda menjadi profit anda akan lebih besar daripada kekalahan anda, karena anda memasang stop loss tadi yang dianjurkan menjadi startegi trade anda.


Dicipline is rarely enjoyable , but almost always profitable– D. Patrick.



LEAVE A COMMENT