Ilustrasi Call Options pada Saham

Call options suatu hak untuk melakukan pembelian terhadap saham dengan kurun waktu tertentu, harus dipahami oleh para trader. Dengan demikian profit yang kita harapkan dapat tercapai sesuai dengan prediksi akan harga saham.
 
Suatu ketika trader memprediksi adanya kenaikan harga pada saham perusahaan Z. Pada saat ini harga saham pada angka US$ 40 per lembar.
 
Suatu misal trader memiliki prediksi pada suatu saham perusahaan Z akan mengalami kenaikan harga, maka trader melakukan call options dari perusahaan tersebut. Dengan pembelian dari perusahaan Z, maka trader memiliki hak untuk membeli sahamnya sebesar US$ 40 per lembar dengan jangka waktu 3 bulan. Trader membayar premi kepada perusahaan Z sebesar US$ 4 per lembarnya.
 
Dari penjabaran tersebut terjadi kontrak call options sebagai berikut :
 

  • Put Options Buyer : Trader memiki hak beli
  • Put Options Seller : Perusahaan Z memiliki kewajiban menjual
  • Aset : Saham Perusahaan Z
  • Jumlah kontrak : 1 kontrak (100 lembar saham)
  • Masa berlaku : 3 bulan
  • Premi yang dibayar : US$ 4 per lembar x 100 lembar = US$ 400

 
Kemungkinan pertama, harga saham perusahaan Z mengalami kenaikan karena perusahaan mengalami peningkatan demand terhadap produk mereka 3 kali lipat dari sebelumnya. Oleh karena itu harga saham perusahaan Z menjadi US$ 100. Maka dari kondisi ini, trader sebagai call options buyer memperoleh keuntungan. Hal ini karena hak yang didapatkan dari call options untuk membeli perusahaan Z di harga US$ 40. Sedangkan harga saham yang terjadi di pasar saham sebesar US$ 100. Dengan kata lain, trader membeli dengan harga US$ 40 dan menjual kembali dengan harga US$ 100. Dengan demikian profit yang didapat sebesar US$ 60 per lembar.
 
Keuntungan bersih atau nett profit sebesar US$ 60 per lembar dikurangi premi yang telah dibayarkan sebesar US$ 4, maka hasilnya adalah sebesar US$ 54 per lembar. Karena 1 kontrak mewakili 100 lembar saham, maka total nett profit trader adalah sebesar US$ 5,400. Didapatkan dari nett profit dikali banyaknya lembar saham yang dimiliki.
 
Perusahaan Z yang telah menerima premi sebesar US$ 4 perlembar, berkewajiban menjual saham perusahaannya pada harga US$ 40 per lembar. Semakin mengalami kenaikan harga saham maka semakin besar pula kerugian yang harus ditanggung call options seller dalam hal ini perusahaan Z.
 
Intinya semakin harga saham mengalami kenaikan maka call options buyer akan semakin mendapatkan keuntungan. Sebaliknya dengan call options buyer semakin harga saham naik maka semakin besar kerugian yang ditanggung.
 
Kemungkinan kedua, tanpa diharapkan saham perusahaan Z mengalami penurunan harga dratis diangka US$ 20. Trader sebagai call options buyer tidak berkewajiban untuk melakukan pembelian. Karena sangat jelas sekali sangat tidak menguntungkan jika trader membeli saham di perusahaan Z sebesar US$ 40 sedangkan harga pasar hanya US$ 20. Lebih baik trader membiarkan hak untuk melakukan pembelian hangus (expired worhless).
 
Kerugian trader dapat dihitung dari besarnya premi yang dibayarkan kepada perusahaan Z. Dalam hal ini adalah sebesar US$ 4 per lembar dikalikan jumlah kontrak. Karena trader hanya mengambil 1 kontrak maka kerugiannya adalah sebesar US$ 400. Sebaliknya keuntungan maksimal didapatkan perusahaan Z sebagai call opions seller. Diperolehnya keuntungan dari besaran premi, sedangkan potensi kerugiannya tak terbatas.
 
Dari ilustrasi yang ada, sebagai trader kita melakukan call options jika prediksi akan harga saham mengalami kenaikan. Lalu apabila harga saham akan mengalami penurunan, apa yang harus trader lakukan?



LEAVE A COMMENT