Ilustrasi Put Options dalam Saham

Put Options yang merupakan hak untuk menjual suatu asset, merupakan bagian mendasar yang perlu dipahami oleh para trader. Karena dengan memahaminya maka profit yang diharapkan dapat diwujudkan ketika memulai aktifitas trading nantinya.
 
Suatu misal trader memiliki prediksi pada suatu saham perusahaan X akan mengalami penurunan harga, maka trader melakukan pembelian put options dari perusahaan X tersebut. Dengan pembelian dari perusahaan X, maka trader memiliki hak untuk menjual sahamnya sebesar US$ 100 per lembar selama jangka waktu 1 tahun. Karena prediksi terjadi penurunan harga saham perusahaan X, trader melakukan pembayaran premi sebesar US$ 10 per lembar.
 
Dari penjabaran tersebut terjadi kontrak put options sebagai berikut :
 

  • Put Options Buyer : Trader memiki hak menjual
  • Put Options Seller : Perusahaan X memiliki kewajiban membeli
  • Asset : Saham Perusahaan X
  • Jumlah kontrak : 1 kontrak (100 lembar saham)
  • Masa berlaku : 1 tahun
  • Premi yang dibayar : US$ 10 per lembar x 100 lembar = US$ 1,000

 
Kemungkinan pertama, karena suatu hal saham perusahaan X terjadi penurunan harga menjadi US$ 50. Maka trader dalam hal ini sebagai put options buyer berhak menjual saham pada harga US$ 100, walaupun harga saham pada saat ini di harga US$ 50. Artinya, trader membeli saham perusahaan X sebesar US$50, kemudian dijual dengan harga US$100. Maka profit yang didapatkan sebesar US$ 50 perlembar.
 
Keuntungan bersih (net profit) dari pembelian saham perusahaan X ini sebesar US$ 40 per lembar. Diperoleh dari keuntungan US$ 50 dikurangi premi sebesar US$ 10 per lembar. Maka total net profit yang didapatkan oleh tader adalah sebesar US$ 4,000. Dihitung dari 1 kontrak terdiri dari 100 lembar saham dikalikan dengan net profit.
 
Jadi secara singkat bahwa semakin turun harga saham perusahaan X, maka semakin besar keuntungan yang didapatkan oleh trader sebagai put options buyer. Berkebalikan dengan put option seller yang menerimakan premi sebesar US$ 10 per lembar, berkewajiban membeli saham di harga US$ 100. Dengan kata lain, semakin turun harga saham perusahaan X, maka put options seller akan semakin besar menanggung kerugian.
 
Kemungkinan kedua, tanpa diduga ternyata prediksi trader meleset. Saham perusahaan X yang diprediksi akan mengalami penurunan harga, malah mengalami kenaikan menjadi US$ 100 per lembar dikarenakan banyaknya demand yang terjadi di perusahaan.
 
Jika trader menggunakan hanya untuk melakukan penjualan terhadap saham yang ada di harga US$ 50 per lembar, padahal kondisi yang ada harga saham di pasar bebas bernilai US$ 100 per lembar. Maka sudah dapat dilihat bahwa trader akan mengalami kerugian sebesar US$ 50 per lembar. Oleh karena itu, kondisi demikian lebih baik trader memilih untuk menghanguskan haknya untuk menjual asset yang ada (expired worthless).
 
Kondisi ini memberikan keuntungan untuk perusahaan X sebagai put options seller. Karena dengan demikian besarnya premi yang sudah dibayarkan oleh trader menjadi keuntungan bagi perusahaan. Selain itu masih mendapatkan potensi kerugian tak terbatas sampai harga saham menjadi US$ 0 .
 
Dari penjabar ini dapat ditarik intinya adalah trader memutuskan untuk melakukan put options jika memperkirakan harga saham suatu perusahaan diprediksikan akan mengalami penurunan.



LEAVE A COMMENT