Persiapan Sebelum Trading

Pasar trading memiliki karakteristik yang bisa berubah dalam sekejab. Apapun yang diprediksikan bisa saja tidak berbuah dengan keberhasilan. Sebagai trader mau tidak mau, suka tidak suka, harus memiliki kesiapan dengan apa yang bakal terjadi nantinya. Ibarat seorang pendaki gunung, pasti akan mempersiapkan baik fisik maupun peralatan ketika akan mendaki. Memahami karakteristik gunung menjadi awal menentukan apa saja yang akan dibawa. Akan sangatlah bodoh ketika gunung es yang didaki, tetapi baju yang dibawa tidak memiliki ketebalan yang mampu menahan hawa dingin yang ekstrem. Padahal gunung dalam hal ini adalah alam, bisa dikatakan tidak dapat diprediksikan dengan tepat. Sama halnya trading, butuh persiapan sebelum terjun kedalamnya. Secara sederhana berikut beberapa persiapan yang dilakukan sebelum trading.

 

1. Non Teknis

Persiapan non teknis lebih dititikberatkan pada kesiapan diri sendiri. Karena ketika trading berlangsung bukannya anda bertanding terhadap pasar, tetapi lebih pada pertarungan terhadap diri sendiri. Pertarungan terhadap emosi, ego, kedisiplinan, kesabaran, dan jangan sampai bertindak bodoh. Semuanya itu dapat dikatakan bahwa seorang trader harus bermental baja.

Kondisi fisik juga mempengaruhi trading. Ketika sakit, ada baiknya lupakan trading. Bagaimana tidak, ketika sakit makan saja seakan siksaan dunia. Apalagi trader memaksakan diri untuk trading, kesadaran diri dan konsentrasi pastilah tidak dalam kondisi 100%, dan ini sangatlah tidak menguntungkan ketika nekad memutuskan untuk trading.

Psikologis juga mempengaruhi ketika trading, banyak masalah dengan keluarga atau rekanan, putus dengan kekasih atau cinta ditolak, hindari dulu trading. Karena trading tidak bisa dibantu dengan ilmu perdukunan seperti halnya cinta ditolak dukun bertindak. Dan yang pasti kondisi seperti ini dapat mempengaruhi ketika mengambil keputusan.

Mood harus terjaga dengan baik. Karena ketika itu tidak terbentuk, alhasil sangatlah mengganggu ketika trading. Lakukan relaksasi yang bisa menjaga mood terjaga dalam kondisi baik. Makan sebelum trading, minum kopi, atau melakukan kegiatan yang membuat trader nyaman dan tenang, bisa dilakukan. Semuanya itu agar kondisi baik mental maupun emosinal dalam kondisi positif dan akhirnya tidak mengganggu ketika trading.

 

2. Teknis

Karena trading berhubungan dengan equipment, maka siapkan semua dalam keadaan yang prima. Koneksi internet yang lancar dan siapkan backup juga seperti handphone atau modem. Akan sangat mengganggu ketika konsentrasi memperhatikan arah pergerakan, koneksi mengalami gangguan.

Perhatikan juga kemungkinan seperti listrik mati, kalau memang memungkinkan trader memiliki sumber listrik lain seperti genset semisal. Kalaupun tidak, dekatkan laptop disamping komputer untuk backup.

Siapkan trading plan sebelum pasar dibuka, supaya keputusan esukusi lebih obyektif dan bukan sekedar felling. Melakukan analisa-analisa sebelum pasar dibuka menjadi persiapan yang penting, agar nanti ketika trading berlangsung trader tinggal menjalankan saja.

Memantau pasar jangan sampai terlewatkan. Karena memantau dilakukan untuk memastikan bahwa pergerakan sesuai dengan analisa yang sudah disiapkan. Dengan demikian apakah jalannya trading dapat dilakukan dengan plan atau sebaliknya mengganti strategi yang digunakan.

 

Persiapan menjadi hal yang menentukan ketika trading. Kesuksesan seorang trader ditentukan seberapa siap dirinya ketika menghadapi dunia trading. Gejolak yang terjadi memungkinkan trader menghadapi banyak hal diluar prediksinya. Semakin siap seorang trader dalam mempersiapkan diri, maka semakin siap juga trader menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.



LEAVE A COMMENT