Sifat Buruk Psikologi Trading yang Dihindari

Sebagai trader memprediksikan pergerakkan harga bukan merupakan kendala utama. Yang tersulit dalam trading lebih pada mengendalikan diri sendiri. Para trader biasanya mengatakan psikologi tradinglah yang banyak mempengaruhi keberhasilan dalam beraktifitas.

 

Bukan hanya rocker saja, trader juga manusia. Pada dasarnya manusia membawa sifat buruk seperti serakah, emosional, ragu-ragu, bahkan ketakutan, dan semuanya ini mempengaruhi pola trading.

 

Sebagai seorang trader profesional harus mampu mengendalikan diri ketika trading. Jika terjadi kegagalan pada hal ini, dapat diyakini bahwa aktifitas tradingnya tidak akan bertahan lama. Oleh sebab itu, trader lebih baik menghidari karakter buruk dalam diri sendiri. Sebab ketika karakter itu dibawa ketika trading, berati sama halnya masuk ke dalam jurang kegagalan.

 

1. Serakah

Sifat serakah sudah dibawa sejak jaman kerajaan dan menurun pada generasi selanjutnya. Masih ditemui trader yang memiliki sifat demikian. Menginginkan hal yang lebih apalagi uang menjadi pemicu kegagalan dalam trading. Mendapatkan uang jutaan rupian dalam hitungan jam menjadi kenyataan ketika trading.

Trader pemula yang berhasil mendapatkan profit, berambisi untuk mendapatkan lebih dari trading. Disinilah keserakahan mulai mempengaruhi psikologi trader tersebut. Ketika keserakahan menguasai, trader berpikiran akan berhasil untuk mengulangi atau mendapatkan yang lebih dari apa yang didapat. Pertimbangan kondisi  harga dan analisa logis ditinggalkan. Akhirnya membuka posisi baru tanpa memahami bahwa saat itu analisa sudah bias dan harga tidak lagi bergerak karena tren sudah berlalu. Sudah dipastikan bahwa trader mengalami keadaan yang sebaliknya apalagi kalau bukan loss.

 

2. Pendendam

Keserakahan yang terjadi menghasilkan loss yang begitu menyakitkan. Kalau trader tidak melakukan evaluasi maka yang muncul adalah sifat pendendam. Kata yang sering kali muncul adalah “Nekat ah! Yang penting balik modal dulu”. Keinginan untuk membalas kekalahan membuat trader menjadi tidak logis dalam trading. Akhirnya bukannya BEP tapi malah semakin banyak loss yang didapat.

Perlu dipegang benar bahwa didunia trading bukan trader yang mengatur pasar. Tapi traderlah yang harus mengikuti pergerakkan pasar itu. Berpikir untuk balas dendam sama halnya bunuh diri di trading. Jadi jika mengalami loss, lebih baik kembali mereview dan evaluasi kegagalan yang ada. Bisa jadi karena analisa yang dilakukan tidak sesuai dan tidak akurat. Kalau memang dibutuhkan kembali menurunkan level dengan berlatih menggunakan akun demo.

 

3. Ragu dan Takut

Dalam aktifitas trading, trader memang harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Akan tetapi berhati-hati bukan berarti takut mengambil keputusan. Ketika prediksi kita terhadap pergerakan grafik sudah diyakini, jangan ragu untuk mengambil keputusan untuk call atau put. Sebab ketika trader terlambat melakukan entry dan harga sudah berbalik dari prediksi, maka kerugianlah yang diperoleh. Ragu dan takut memang sering terjadi. Terlebih ketika trader mengalami kerugian sebelumnya. Akhirnya terlalu berhati-hati mempengaruhi keputusan ketika akan entry. Oleh sebab itu, memiliki keyakinan diri berdasarkan logika, analisa serta kondisi dan situasi yang terjadi di pasar, memberikan sumbangan yang positif dalam mengambil keputusan ketika trading.



LEAVE A COMMENT