Trader Harus Berani Rugi

Setiap trader selalu berorientasi pada profit. Bahkan sampai kebawa mimpi atau menjadi kalimat utama dalam doa. Apapun yang terjadi, loss dilarang keras bagi trader. Tapi layaknya pedagang atau pebisnis, trader akan selalu bertemu dengan untung dan rugi.

 

Banyak orang berpikiran instan ingin jadi trader biar cepat kaya dan tidak ketemu dengan namanya rugi. Pada kenyataannya, tidak semudah membalikan tangan. Mau jadi trader harus siap rugi. Sama halnya mau berobat herbal dengan minum jamu, tapi maunya jamu yang manis. Emang ada jamu yang rasanya manis, yang ada Mbak Jamunya yang manis.

 

Banyak workshop, pelatihan-pelatihan trading yang mengajarkan tip dan tips ketika bertrading. Semuanya dijabarkan bukan semata menghindarkan trader dari rugi. Tapi menjadi referensi agar trader mampu meminimalis kerugian.

 

Sama halnya dalam olahraga sepak bola. Klub mana yang sama sekali tidak pernah kalah? Pastilah klub sepak bola pernah mengalami kekalahan. Tapi rekor kekalahan dapat diperkecil dengan berbagai pelatihan dan strategi yang diberikan pelatihannya. Persiapan baik stamina, strategi, dan lain-lain, selalu dilakukan setiap klub. Tidak mungkin klub sebesar MU atau Barcelona, hanya serta merta memasrahkan kemenangan pada pemain-pemain hebatnya, tanpa ada latihan dan persiapan. Begitu juga trading, trader harus siapkan semua persenjataan sebelum berperang. Hal ini agar ketika nantinya trading berjalan, prediksi, strategi, dan psikologi dalam kondisi siap tempur. Akhirnya semisal kemungkinan terburuk, trader segera menentukan keputusan dan dapat meminimalis kerugian.

 

Jadi secara singkat, kalau tidak mau rugi mending jauh-jauh dengan trading. Karena trader profesional sekalipun, pasti mengalami rugi. Tapi dari rugi itu menjadikan trader semakin handal dan berakhir dengan profit.



LEAVE A COMMENT