Trading Tidak Harus Bekerja Keras

Banyak orang yang mengatakan bahwa kesuksesan selalu diawali dengan kerja keras. Seorang pebisnis misalnya, bagaimanapun caranya harus dijalankan demi meningkatkan keuntangan usahanya. Semakin lama bekerja, semakin keras usaha yang dilakukan, maka semakin besar pula hasil yang didapatkan. Akan tetapi tidak selalu demikian adanya ketika diberlakukan dalam trading. Trader tidak harus bekerja keras demi profit. Smart work lebih tepat diberlakukan untuk trading.

 

Banyak trader yang menghabiskan waktu dan tenaga dalam trading. Hal ini dapat disebabkan karena bawaan latarbelakang pekerjaan sebelum menjadi trader. Seorang karyawan misalnya. Bagaimana seperti yang diketahui 6 hari x 8 jam dalam seminggu mereka harus bekerja. Belum termasuk lemburan yang harus dilakukan. Hal inilah yang membuat kebiasaan lama diterapkan dalam perilaku trading.

 

Trader yang suka bekerja keras seringnya terus-terusan memantau pasar. Karena menurut mereka terjadinya profit yang maksimal harus dengan memantau software online yang digunakan, terus menerus, kalau perlu dari trading dibuka sampai ditutup dalam seharinya. Anggapan yang muncul dari perilaku ini adalah semakin memantau pasar, memahami jalannya grafik, berbuah profit yang maksimal. Empirisnya, tidak selalu demikian.  Semakin banyak memantau pasar, menjadi salah satu pemicu gangguan psikologi trading. Trader malah semakin bingung dan gampang emosional ketika melihat pergerakan. Seorang trader profesional hanya membutuhkan beberapa waktu untuk memantau pergerakan grafik, lalu melakukan analisa dan prediksi dalam menyusun strategi trading nantinya.

 

Trader pekerja keras beranggapan kuantitas trading adalah harus. Seperti seorang karyawan, semakin lembur semakin banyak bonus yang didapat. Padahal lebih penting kualitas trading dari pada kuantitas. Percuma jika kuantitas trading lebih banyak akan tetapi loss juga lebih banyak. Akan lebih baik apabila kuantitas tidak selalu diutamakan akan tetapi berkualitas trading yang dilakukan. Karena dengan demikian profit yang diharapkan lebih maksimal.

 

Dari uraian ini, bukan berarti trader dilarang untuk bekerja keras. Atau alih-alih mengajak trader menjadi malas dalam mempersiapkan segalanya. Akan tetapi lebih pada bagaimana trader mampu bekerja dengan maksimal, efektif, dan efesien, sehingga dapat menghasilkan profit yang membuat trader bahagia.



LEAVE A COMMENT